Translate

Rabu, 11 Juli 2012

Universitas muhammadiyah malang



         Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali meraih prestasi di tingkat global. UMM berhasil menembus 20 ranking Webomatrics, sebuah pemeringkatan popularitas perguruan tinggi dunia berdasarkan survei internet dan lima besar untuk kalangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).Demikian dikemukakan Kepala Humas UMM, Nasrullah dalam rilisnya yang diterima Republika, akhir pekan lalu. Selain itu, akreditasi nasional melalui BAN PT, UMM juga masih memerlukan 'opini kedua' dari pihak lain secara lebih obyektif dan berkelas internasional. "Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Ditjen Kemendiknas) telah memfasilitasi beberapa perguruan tinggi potensial, termasuk UMM, untuk dinilai langsung oleh institusi akreditasi internasional, QS Star, yang berpusat di London, Inggris," kata Nasrullah.Lebih lanjut, Nasrullah mengatakan, sebagai lembaga akreditasi tingkat internasional, QS Star memiliki reputasi global dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Hasil penilaian QS Star diwujudkan dengan pemberian gelar bintang sebagaimana pemberian status bintang pada hotel yang berlaku secara internasional.Tahun 2010 lalu merupakan yang pertama kalinya sebanyak 28 perguruan tinggi di Indonesia yang diikutsertakan dalam rangking QS Star. Namun tak satupun universitas di Indonesia yang mencapai predikat bintang tiga, apalagi bintang empat. "Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang memperoleh predikat bintang dua itu. Di Jawa Timur, UMM merupakan satu-satunya PTS yang meraih bintang dua, di samping dengan Unair, ITS dan Unibraw," katanya.Dijelaskan Suparto, Asisten Rektor bidang Kerjasama Luar Negeri UMM, poin tertinggi UMM terdapat pada internasionalisasi.


 "Hal ini menandakan bahwa kita berhasil dalam mengupayakan UMM menjadi kampus yang nyaman bagi mahasiswa asing dan kerjasama internasional kita  sudah cukup luas," kata Suparto.Dalam rilis yang dikirimkan QS Star kepada UMM, lanjut Suparto, berbagai kriteria selain internasionalisasi adalah kualitas penelitian, graduate employability, kualitas pengajaran, dan  infrastruktur yang menjadi pertimbangan penilaian. Sedangkan kriteria lainnya adalah inovasi dan transfer pengetahuan, dan misi pengabdian kepada masyarakat.Suparto menjelaskan, indikator penilaian internasionalisasi, antara lain fakultas internasional, kolaborasi riset, mahasiswa asing, fasilitas religius, dan inbound dan outbound student exchange. "Alhamdulillah mahasiswa asing di UMM puas dengan pelayanan kita dan cenderung ingin kembali ke sini untuk meneruskan program lanjutan," lanjut Suparto.Saat ini PT yang sudah memperoleh bintang dua selain UMM adalah UPI, Universitas Parahyangan, IPB, Universitas Bina Nusantara, Gunadarma, Undip, UNS, Unair dan ITS. Sedangkan bitnag satu diraih oleh Universitas Syah Kuala, ITB, UII, UM, Unhas. Di luar PT-PT itu belum memperoleh bintang.Sementara itu, meski masuk di 20 besar universitas di Indonesia, peringkat UMM dalam Webomatric awal tahun ini mengalami penurunan dibandingkan Juli tahun lalu yang berada di posisi 17. Berdasarkan rilis Webometrik Januari 2011 ini, untuk kalangan PTS, UMM masih masuk lima besar nasional bersama dengan Universitas Gunadarma, Bina Nusantara, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Islam Indonesia (UII). Di Malang, UMM masih mengungguli Universitas Brawijaya.Kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM, Ir. Suyatno, MP, mengatakan pihaknya sudah memperbaiki konten dan sistem IT di UMM. Misalnya, untuk karya ilmiah para sivitas akademika yang bisa diakses oleh Google, terus diupayakan meningkat. "Awalnya hanya puluhan saja, kini sudah ribuan karya dosen dan mahasiswa UMM dapat diakses lewat website UMM maupun melalui Google," terang Suyatno.
Banyaknya file yang disediakan dan diakses di website merupakan salah satu kriteria penilaian Webomatric. Suyatno menjelaskan, kriteria penilaian didasarkan pada empat poin; pertama, segi ukuran atau size, yang meliputi: jumlah halaman dalam website, jumlah domain dan subdomain. Kedua, visibility, yaitu banyaknya jumlah pengguna di luar UMM yang membuat link ke website UMM, yang memberi porsi penilaian hingga 50% dari total penilaian. Ketiga, Rich File, seperti doc, pdf, ppt,  ps, dan lain-lain. Semakin banyak jumlah ekstensi akan membantu penambahan nilai. Keempat, scholar, banyaknya karya ilmiah UMM yang diakui sebagai sumber pustaka oleh Google.Namun demikian, Suyatno tetap optimis ke depan website UMM akan semakin baik peringkatnya. Kali ini saja, keunggulan website UMM dapat diakses dalam tiga bahasa secara dinamis. Yakni bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. "Artinya, setiap ada perubahan atau konten yang di-up date, ketiga bahasa itu juga tersedia, jadi tidak stagnan. Ini merupakan keunggulan yang belum banyak dimiliki oleh website lain," kata Yatno.Dengan demikian, UMM kini tak hanya diakui secara lokal dan nasional, tetapi juga internasional. Sebelumnya, seperti sudah diketahui, secara lokal UMM merupakan universitas paling unggul di Jawa Timur versi Kopertis VII selama tiga tahun berturut-turut, 2008, 2009 dan 2010. Sedangkan secara nasional, UMM memperoleh akreditasi institusi B dan merupakan salah satu dari The 50 Promising Universities versi Ditjen Dikti, 2008.

growth of science


Science and Technology: Towards Sustained Growth and Development


Investment in science, technology and innovation acts as an engine for long-term development, and is an essential ingredient to achieving many critical elements of the Millennium Development Goals.
What role do science, technology and innovation play in building Africa's future, and what are the resource requirements needed to create effective public and private partnerships?
This session is on the record.
Key Points
• Government spending on science and technology research in universities must be escalated, and top science graduates must be retained, if Africa is to become competitive in the global economy
• Food security is the foundation of economic development on the continent, and science and technology has a critical role to play in advancing agricultural methods
• African countries are looking to alternate energy sources, including technology-intensive nuclear power, in a greening world
• While Africa’s pressing development problems must focus minds on scientific and technological solutions, there should also be room for innovation – even daring new projects, or “blue sky” thinking
• Indigenous knowledge – particularly in medicine – needs to be harnessed and developed, with benefits accruing to the continent’s people
Synopsis
The progress of science and technology in Africa has been bedevilled by a paucity of higher education, with universities being badly underfunded due to rival claims on public finances. In 2004, African leaders committed themselves to raise funding for science and technology to 1% of their GDP. While some countries have hit or surpassed this target, most have not come close. There are frequent calls for a stemming of the African brain drain, and to lure highly educated expatriates back to the continent, but there is a growing realization that a strategy of “brain gain” might be more effective in the long run. This calls for a dramatic rise in the number of masters and doctoral graduates. South Africa has set a target of 30,000 new PhDs by 2018, using strategies such as sponsored university research chairs with outstanding academics to attract good students.


PC DESKTOP LAYAR SENTUH TERCANGGIH


Salah satu produsen komputer ternama dunia, baru-baru ini meluncurkan beberapa produk barunya,  Pada acara Asus Experience 2012 diadakan di Hotel Le Grandeur Jakarta, Produsen laptop asal Taiwan ini menampilkan produk baru andalannya yaitu sebuah PC desktop dengan nama   PC All-in-One ET2700 Series.
Hadir dengan OS Windows dengan ukuran layar 27 inci berteknologi layar sentuh tercanggih, yang mampu mengenali  hingga 10 titik sentuhan, Asus mengklaim teknologi tersebut merupakan satu-satunya pc desktop yang pertamakali menggunakan sistem tersebut.
Kecanggihan pada PC desktop ini semakin lengkap ditambah dengan hadirnya SonicMaster dengan versi yang paling baru, DTS Surround Sensation UltraPC, juga external subwoofer yang disertakan untuk menampilkan performa terbaik pada PC All-in-One ET2700 Series.Untuk konektivitas, PC All-in-One ET2700 Series memiliki beberapa port seperti USB 3.0, port eSATA/USB 2.0, SD card, dan HDMI. Pada monitornya juga terdapat mounting VESA yang dapat membuat monitornya dapat digantungkan pada dinding.